PENGANTAR
AKUNTANSI II
PERUSAHAAN
DAGANG
Dosen Pengampu
Nurlinda S.E, M.SI
![]()
KIKI LATIFAH
SOFI
(19011010)
MANAJEMEN PARIWISATA
GABUNGAN PAGI OTAK KIRI (202)
TAHUN AJARAN
2020/2021
|
Assalamualaikum
wr.wb
Disini
saya akan menjelaskan tentang Laporan Keuangan Perusahaan Dagang. Tugas ini
adalah akhir dari mata kuliah Pengantar Akuntansi II tentang Laporan Akuntansi
Keuangan Perusahaan Dagang, semoga dapat membantu untuk menambah wawasa para
pelajar bagaimana mengenal Laporan Keuangan Perusahaan Dagang.
Ternyata
belajar Akuntansi itu sangatlah mudah, Kuy langsung baca dan paham penjelasan
tentang materi Perusahaan Dagang saya dibawah ini…
Pengertian Laporan
Keuangan Perusahaan Dagang
Adalah Laporan Keuangan Perusahaan Dagang Yang
terdiri atas laporan laba/rugi, laporan perubahan, neraca, dan laporan arus
kas.. Tujuan penyusunan laporan keuangan yaitu
dalam rangka memberikan informasi mengenai posisi dan kinerja keuangan, serta
arus kas entitas yang bermanfaat untuk pengguna laporan dalam membuat keputusan.
Laporan keuangan
terdiri dari :
Ø Laporan Laba/Rugi (Income
Statement)
Laporan laba/rugi
merupakan ikhtisar pendapatan dan beban selama periode tertentu. Laporan
laba/rugi dapat disajikan dalam dua bentuk, yaitu laporan laba/rugi bentuk
multiple steps dan laporan laba/rugi bentuk single step. Dalam laporan
laba/rugi bentuk single step, unsur-unsur pendapatan dan beban disajikan secara
keseluruhan.
Ø Laporan Perubahan Modal
(Capital Statement)
Laporan perubahan
modal, yaitu ikhtisar perubahan modal pemilik yang terjadi selama periode
tertentu. Komponen penghitungan dalam laporan perubahan modal terdiri atas
modal awal, laba bersih, periode berjalan, pengambilan pribadi (prive), dan
modal akhir.
Ø Neraca (Balance Sheet)
Neraca adalah daftar
aktiva, kewajiban, dan modal pemilik pada tanggal tertentu. Bentuk neraca dapat
disusun dalam dua bentuk, yaitu bentuk skontro dan bentuk laporan. Pada umumnya
per usahaan menggunakan neraca bentuk laporan.
Ø Laporan Arus Kas (Cash Flow
Statement)
Laporan arus kas adalah
laporan yang menggambarkan jumlah kas yang diterima, seperti pendapatan tunai
dan investasi tunai dari pemilik serta jumlah kas yang dikeluarkan perusahaan,
seperti beban-beban yang harus dikeluarkan,
Akun-Akun Yang ada di Perusahaan Dagang adalah sebagai berikut :
1.
Pembelian
Pencatat kegiatan transaksi pembelian barang
dagangan, akun ini yang mencatat pembelian barang-barang yang masuk ke
perusahaan sebelum dijual ke konsumen. Pembelian perusahaan selain pembelian
barang tidak dimasukkan ke dalam akun ini.
2.
Penjualan
Pencatat
kegiatan transaksi penjualan barang dagangan, akun
ini yang menyimpan segala kegiatan penjualan barang dagangan perusahaan kepada
konsumen maupun perantara. Sama seperti akun pembelian, pada akun penjualan
juga tidak dimasukkan penjualan perusahaan di luar penjualan barang dagangan.
3.
Retur Pembelian
Pencatat pengiriman kembali barang dagangan
yang sudah dibeli, akun ini yang mencatat pembelian
barang-barang yang masuk ke perusahaan sebelum dijual ke konsumen. Pembelian
perusahaan selain pembelian barang tidak dimasukkan ke dalam akun ini.
4.
Retur Penjualana
Pencatat penerimaan kembali barang dagangan
yang sudah dijual, akun ini yang digunakan untuk
menyimpan dan menganalisa data mengenai barang yang sudah terjual ke konsumen
namun dikembalikan kepada perusahaan karena kondisinya yang tidak baik atau
cacat dan tidak sesuai dengan pemesanan.
5.
Potongan Pembelian
Pencatat penerimaan potongan harga dari
penjual dagangan. Bagian dari akuntansi
perusahaan dagang yang mencatat potongan harga yang diberikan oleh produsen
kepada perusahaan dagang karena telah membayar dengan tunai atau membayar lunas
dalam jangka waktu tertentu.
6.
Potongan Penjualan
Pencatat penerimaan potongan harga kepada
pembeli.
7.
Biaya Angkut Pembelin
Pencatat pembayaran biaya angkut barang yang sudah dibeli.
8.
Biaya Angkut Penjualan
Pencatat pembayaran biaya angkut barang yang sudah dijual.
9.
Persediaan Barang
Dagangan
Pencatat
nilai persediaan barang dagangan dalam suatu masa atau periode.
Laporan-Laporan Yang Dibutuhkan Dalam Akuntansi Perusahaan Dagang
:
Ø Jurnal umum.
Ø Buku besar.
Ø Neraca saldo.
Ø Kertas kerja dan
penyesuaian.
Ø Laporan rugi laba.
Ø Laporan neraca.
Ø Laporan perubahan
keuangan.
Ø Tutup buku
Syarat-Syarat yang ada di dalam Laporan Keuangan Perusahaan
Dagang
Dalam
dunia perdagangan dikenal beberapa syarat pembayaran secara kredit, antara lain
:
- 3/10, n/60
Artinya: jika pembayaran dilaksanakan dalam kurun waktu 10 hari
sejak tanggal jual beli, maka akan diberikan potongan sebesar 3% . Serta jika
tidak menggunakan potongan tersebut, maka pembayaran akan dilaksanakan
selambat-lambatnya 60 hari sejak tanggal transaksi jual beli dan tanpa adanya potongan (diskon).
- n/30
Artinya: pembayaran dilaksanakan selambat-lambatnya 30 hari
sejak tanggal transaksi jual beli dilakukan.
3.
EOM (End of Month)
Artinya: harga neto faktur harus atau wajib di bayar dalam akhir
bulan.
Jenis-Jenis
Perusahaan Dagang :
Secara garis besarnya,
perusahaan dagang dibagi lagi menjadi dua jenis, antara lain yaitu :
1.
Jenis Berdasarkan
Produk yang Diperdayakan
- Perusahaan Dagang Barang
Produksi
perusahaan
yang memperdagangkan produk berwujud bahan baku (raw material) sebagai
bahan dasar untuk pembuatan berbagai alat atau produk guna menghasilkan produk
lain.
Contoh: kayu gelondongan serta mesin bubut.
Contoh: kayu gelondongan serta mesin bubut.
- Perusahaan Dagang Barang Jadi
perusahaan
yang memperdagangkan produk akhir beruapa barang yang siap untuk dikonsumsi.
Contoh: ransel, pakaian, kulkas, dan lain sebagainya.
Contoh: ransel, pakaian, kulkas, dan lain sebagainya.
2.
Jenis Berdasarkan
Macam Konsumen Yang Terlibat
- Perusahaan Dagang Besar (Wholesaler)
perusahaan
yang membeli produk dari pabrik secara langsung dalam jumlah atau skala yang
besar serta dijual kembali dengan volume yang besar juga.
Contoh: Pedagang grosir.
Contoh: Pedagang grosir.
- Perusahaan Dagang Perantara (Middleman)
perusahaan
yang membeli produk dalam partai besar untuk kemudian dijual kembali ke
pengecer dalam jumlah yang sedang.
Contoh: Pedagang subgrosir.
Contoh: Pedagang subgrosir.
- Perusahaan Dagang Pengecer (Retailer)
Perusahaan
yang berhubungan secara langsung dengan konsumen. Konsumen bisa membeli secara
eceran mengenai produk yang ditawarkan. Atau dalam hal ini, retailer sering
kita jumpai di lingkungan kita.
Contoh: warung, kios dan swalayan.
Contoh: warung, kios dan swalayan.
Ciri-Ciri yang da di Perusahan
Dagang :
Sedangkan kegiatan akuntansi berarti perusahaan
dagang akan memakai akun persediaan barang dagang, di mana di dalamnya termasuk
perhitungan harga pokok penjualan (HPP), dan juga laporan laba-rugi dengan
memakai bentuk single step ataupun multiple step.
Tak
hanya itu, ciri dari usaha dagang ini juga masih banya lagi, diantaranya yaitu:
- Pendapatan utama asalnya dari
penjualan barang dagangan itu sendiri.
- Biaya utama atau modal berasal
dari harga pokok barang yang terjual serta biaya usaha lainnya.
- Dalam akuntansinya ada akun
persediaan dari barang dagangan.
- Sebagai media perantara antara
produsen dengan konsumen.
- Antara barang yang dibeli
dengan barang yang dijual sama atau tidak terdapat perubahan.
- Tujuan utama dari usaha ini
adalah mencari laba dengan cara menjual dagang dengan harga yang lebih
tinggi daripada dengan harga belinya.
Jadi,
dari ciri di atas dapat kita simpulkan bahwa perusahaan dagang ini mempunyai
kegiatan utama berupa jual-beli.
Metode Pencatatan
Persediaan Barang Dagang :
Metode pencatatan
persediaan barang dagang ada dua cara, antara lain:
Ø Metode sistem
periodik (periode system)
Sistem ini dalam
menentukan besarnya persediaan dilakukan dengan cara menggandakan perhitungan
secara fisik pada persediaan barang ketika akhir periode. Pada sistem ini
selaras bila digunakan oleh perusahaan kecil dan barang dagangannya cenderung
murah serta transaksi sering terjadi.
Pencatatan pada sistem
ini “persediaan barang dagang” hanya akan dicatat disetiap akhir periode
sebesar persediaan akhir dari perolehan perhitungan fisik barang dagang.
Persediaan barang dagang merupakan persediaan awal periode berikutnya.
Ketika periode akuntansi
berjalan, bila ada pembelian barang dagang maka akan dicatat sebagai akun
“pembelian”. Lalu bila ada penjualan barang dagang maka akan dicatat sebagai
akun “penjualan”.
Ø Metode sistem terus
menerus (perpetual system)
Pada sistem ini,
memerlukan suatu pencatatan yang secara berterusan mengikuti perubahan atas
persediaan awal pada periode sampai akhir periode akuntansi. Dalam sistem ini
cocok bila digunakan pada perusahaan yang menjual barang dagangnya dengan nilai
tinggi,seperti TV, dan mobil.
Pencatatan sistem ini
akun “persediaan barang dagang“ akan dicatat sebelah debet setiap ada transaksi
pembelian barang dagang serta akan dicatat sisi sebelah kredit setiap ada
penjualan barang dagang.
a.
Retur penjualan atau pengurangan harga
Retur penjualan atau
pengurangan harga ialah akun yang berfungsi untuk mencatat pengambilan suatu
barang yang sudah dijual. Akun “retur penjualan atau pengurangan harga” akun
dicatat di sisi sebelah debet dan sifatnya akan mengurangi piutang.
b.
Beban angkut penjualan
Beban angkut
penjualan ialah yang berfungsi untuk mencatat besarnya beban angkut dn akan di
tanggung oleh sipenjual. Akun pada “beban angkut penjualan” dicatat pada sisi
sebelah debet dan “kas” disisi sebelah kredit.
c.
Persediaan barang dagang
Persediaan barang
dagang ialah akun yang berfungsi untuk menentukan jumlah barang dagang dalam
persediaan perusahaan pada saat menunggu untuk dijual pencatatan akun
tergantung pada cara pencatatan persediaan yang dilakukan dalam satu
perusahaan.
d.
Harga pokok penjualan
Harga pokok penjualan
(HPP) ialah akun yang berfungsi saat menentukan jumlah harga pokok barang yang
akan dijualkan. Yakni harga beli ditambah beban yang dikeluarkan dalam
memperoleh barang yang akan dijual tersebut. Akun pada “harga pokok penjualan”
dapat dicatat akhir periode pada saat penyesuaian.
Contoh Soal Laporan Perusahaan Dagang,
Toko Akok
|
||||
Trial Balance
|
||||
Periode 3 March 2020
|
||||
(IN Rp)
|
||||
COA
|
Account Title
|
Debet
|
Credit
|
|
101
|
Cash
|
30.000.000
|
||
102
|
Supplies
|
17.530.000
|
||
103
|
Merchandise Inventory
|
7.000.000
|
||
121
|
Equipment
|
15.575.000
|
||
301
|
Capital
|
69.920.000
|
||
TOTAL
|
69.920.000
|
69.920.000
|
||
Transaksi-
Transaksi
Transaksi yang terjadi di Toko
Akok selama satu minggu di Bulan March 2020.
Date
|
Transcation
|
3.
|
Diterima tunai uang
hasil penjualan hari ini sebesar Rp. 3.100.000
|
5.
|
Dibeli 700kg Jagung
tunai sebesar Rp. 17.500.000, dengan biaya kendaraan angkut jumlahnya sebesar
Rp.200.000
|
9.
|
Dijual 400kg Kacang
dengan jumlah Rp. 13.200.000
|
10.
|
Dijual Beras 30kg
dengan jumlah uang Rp. 990.000
|
12.
|
Diterima uang hasil
Penjualan hari ini sebesar Rp. 3.300.000
|
13.
|
Dijual tunai Jagung
100kg sebesar Rp. 3.300.000
|
13.
|
Dijual Kacang 40kg
sejumlah Rp. 1.320.000
|
15.
|
Dibayar tunai Listrik dan Telepon dengan
jumlah sebesar Rp.2.500.000
|
19.
|
Dibayar gaji
karyawan sebesar Rp. 625.000
|
Toko Akok
General Journal
Periode 19 March 2020
Date
|
Explanation
|
Debet
|
Credit
|
3.
|
Cash
|
3.100.000
|
|
Sales
|
3.100.000
|
||
5.
|
Purchase
|
17.500.000
|
|
Cash
Vehicle Expense
Cash
|
200.000
|
17.500.000
200.000
|
|
9.
|
Cash
|
13.200.000
|
|
Sales
|
13.200.000
|
||
10.
|
Cash
|
990.000
|
|
Sales
|
990.000
|
||
12.
|
Cash
|
3.300.000
|
|
Sales
|
3.300.000
|
||
13.
|
Cash
|
3.300.000
|
|
Sales
|
3.300.000
|
||
13.
|
Cash
|
1.320.000
|
|
Sales
|
1.320.000
|
||
15.
|
Telep and Elect Expense
|
2.500.000
|
|
Cash
|
2.500.000
|
||
19.
|
Salary Expense
|
625.000
|
|
Cash
|
625.000
|
||
TOTAL
|
46.035.000
|
46.035.000
|
Toko Akok
General Journal
Periode 19 March 2020
Capital 30.000.000
3/03 3.100.000 5/03 200.000
9/12 13.200.000 5/03
17.500.000
10/12 990.000 15/03
2.500.000
12/12 3.300.000 19/03 625.000
13/12 1.320.000
13/13 3.300.000
Saldo (D) Rp. 34.385.000
2/03 17.350.000
Saldo (D) Rp. 17.350.000
2/03 7.00.000
Saldo
(D) Rp. 7.000.000
2/03 15.575.000
Saldo
(D) Rp. 15.575.000
2/03 69.925.000
Saldo
(K) Rp. 69.925.000
3/03 3.100.000
9/03 13.200.000
10/03
990.000
12/03
3.300.000
13/03
3.300.000
13/03
1.320.000
Saldo (K) Rp. 25.210.000
05/03 17.500.000
Saldo
(K) Rp. 17.500.000
05/03 200.000
Saldo
(D) Rp. 200.000
19/03 625.000
Saldo
(D) Rp. 625.000
15/03 2.500.000
Saldo
(D) Rp. 2.500.000
Toko Akok
|
|||
Trial Balance
|
|||
Periode 19 March 2020
|
|||
(IN Rp)
|
|||
No
|
Name Of Account
|
Debet
|
Credit
|
101
|
Cash
|
34.385.000
|
|
102
|
Supplies
|
17.350.000
|
|
103
|
Merchandise Inventory
|
7.000.000
|
|
121
|
Equipment
|
15.575.000
|
|
301
|
Capital
|
69.925.000
|
|
401
|
Sales
|
25.210.000
|
|
402
|
Purchase
|
17.500.000
|
|
501
|
Vehicle Expense
|
200.000
|
|
502
|
Salary Expense
|
625.000
|
|
503
|
Telep and Elect
Expense
|
2.500.000
|
|
TOTAL
|
95.135.000
|
95.135.000
|
|
Toko Akok
|
||||
Adjustmen Entries
|
||||
Periode 19 March 2020
|
||||
(IN Rp)
|
||||
Date
|
Explanation
|
Ref
|
Debet
|
Credit
|
19-Mar
|
Income Summary
|
7.000.000
|
||
Marchandise Inventory
|
7.000.000
|
|||
19-Mar
|
Marchandise Inventory
|
7.500.000
|
||
Income Summary
|
7.500.000
|
|||
TOTAL
|
14.500.000
|
14.500.000
|
||
Toko Akok
|
||||||||||||||||||||
Work Sheet
|
||||||||||||||||||||
Periode 19 March 2020
|
(IN Rp)
|
|||||||||||||||||||
COA
|
Name Account
|
Trial Balance
|
Adjustment
|
Adjusmen Trial Balance
|
Income Statement
|
Financial Position
|
||||||||||||||
Debet
|
Credit
|
Debet
|
Credit
|
Debet
|
Credit
|
Debet
|
Kredit
|
Debet
|
Kredit
|
|||||||||||
101
|
Cash
|
34.385.000
|
34.385.000
|
34.385.000
|
||||||||||||||||
102
|
Supplies
|
17.350.000
|
17.350.000
|
17.350.000
|
||||||||||||||||
103
|
Merchandise Inventory
|
7.000.000
|
7.500.000
|
7.000.000
|
7.500.000
|
7.500.000
|
||||||||||||||
121
|
Equipment
|
15.575.000
|
15.575.000
|
15.575.000
|
||||||||||||||||
301
|
Capital
|
69.925.000
|
69.925.000
|
69.925.000
|
||||||||||||||||
401
|
Sales
|
25.210.000
|
25.210.000
|
25.210.000
|
||||||||||||||||
402
|
Purchase
|
17.500.000
|
17.500.000
|
17.500.000
|
||||||||||||||||
501
|
Vehicle Expense
|
200.000
|
200.000
|
200.000
|
||||||||||||||||
502
|
Salary Expense
|
625.000
|
625.000
|
625.000
|
||||||||||||||||
503
|
Telep and Elect Expense
|
2.500.000
|
2.500.000
|
2.500.000
|
||||||||||||||||
TOTAL
|
95.135.000
|
95.135.000
|
7.000.000
|
7.500.000
|
7.000.000
|
7.500.000
|
7.000.000
|
7.500.000
|
||||||||||||
14.500.000
|
14.500.000
|
102.635.000
|
102.635.000
|
27.825.000
|
32.710.000
|
74.810.000
|
69.925.000
|
|||||||||||||
4.885.000
|
4.885.000
|
|||||||||||||||||||
32.170.000
|
32.170.000
|
74.810.000
|
74.810.000
|
|||||||||||||||||
Toko Akok
Income Statement
For the Weeks Ended, 19 March 2020
Sales 25.210.000
Sales
Return -
Net
Sales 25.210.000
Cost
Of Goods Sold
Merchandise
Inventory 7.000.000
Begenning
Purchase 17.500.000
Purchase
Return -
Net
Purchase 17.500.000
Vehicle Expense
200.000
Good avalible of sales 24.700.000
Merchandise
Inventory -
Ending
Inventor 7.500.000
Cost
Of Goods Sold 17.200.000
Gross
Profit 8.010.000
Expense:
Salary
Expense 625.000
Telep and Elect Expense 2.500.000
Total 3.125.000
Net 4.885.000
Toko Akok
Capital Statement
For the Weeks Ended, 19 March 2020
Begenning
Capital 69.925.000
Net
Loss 4.885.000
Capital 74.810.000
Toko Akok
Financial Statement
For the Weeks Ended, 19 March 2020
(IN
Rp)
Asset
Current
Asset
101
Cash 34.385.000
102
Supplies 17.350.000
103
Merch Inventory 7.500.000
Total Current Asset 59.235.000
Fixed
Asset
121
Equipment 15.575.000
Total Current Asset 15.575.000
Fixed Asset 74.810.000
Short
term liabilities
211
Account payable -
Total -
Capital
Capita
Akok 74.810.000
Total
liabilities 74.810.000
Toko Akok
Cash Flow
For the Weeks Ended, 19 March 2020
(IN
Rp)
Income 4.885.000
Freight
in
Freight
Out -
Merchandise
Inventory 500.000
Total
Cash Out 500.000
Total
form Activities 500.000
Operation 4.385.000
Freight
in -
Freight
ou -
Cahsh
flow 4.385.000
Cash
Capital 30.000.000
Total
Cash 34.385.000
DAFTAR PUSTAKA
